Mau Dapat Pahala Puasa Selama Setahun?


Ramadan telah pergi meninggalkan kita. Banyak amalan ibadah yang dilakukan ketika bulan tersebut. Kini kita telah berada di bulan Syawal. Dalam rangka tetap melakukan ketaatan kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan sebagai bentuk kecintaan seorang muslim kepada ibadah puasa, maka sepatutnya kita melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal yang pahalanya setara dengan puasa selama setahun.

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallâhu 'anhu, bahwa ia telah menceritakan kepadanya bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

"Siapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu seperti berpuasa satu tahun." (HR Muslim no. 1984)

Tafsir hadis:

Imam Nawawi rahimahullâh berkata:

“Ini merupakan dalil jelas yang menjadi pedoman mazhab Imam Syafi’I, Ahmad, Dawud, dan orang-orang yang sependapat dengan mereka, bahwa puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya sunah.” (Syarh An-Nawawi ‘alâ Muslim, 8/56)

Al-Muwaffaq Ibnu Qudamah rahimahullâh berkata:

“Berpuasa enam hari di bulan Syawal, menurut sebagian besar ulama, adalah sunah. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ka’ab Al-Ahbar, Asy-Sya’bi, dan Maimun bin Mihran. Imam Syafi’I dalam hal ini berpendapat sama dengan pendapat ini. Sedangkan Imam Malik memakruhkannya.” (Al-Mughnî, 3/176)

Alasan Imam Malik rahimahullâh mengatakan makruh karena beliau tidak melihat satu orang pun dari ahli fikih yang melakukan puasa pada bulan Syawal dan beliau belum pernah mendengarnya dari ulama salaf. Dengan demikian, hal tersebut dinyatakan makruh agar orang-orang tidak menyangkanya sebagai puasa wajib. Wallahu ‘alam.

Mengapa seperti berpuasa setahun?

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullâh berkata,

من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال فكانما صام الدهر فسر العلماء ذلك بأن الحسنة بعشر أمثالها فيكون رمضان شهرا بعشرة أشهر ويكون الستة أيام بستين يوما وهم شهران فعلى هذا يسن للإنسان إذا أتم صيام رمضان أن يصوم ستة من شوال

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadan, kemudian diiringi dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka yang demikian itu seperti berpuasa satu tahun; para ulama menjelaskan bahwa hal itu satu kebaikan dibalas dengan sepuluh yang semisalnya. Sehingga Ramadan adalah satu bulan yang kebaikannya setara dengan sepuluh bulan dan enam hari di bulan Syawal setara dengan enam puluh hari yakni dua bulan. Berdasarkan hal tersebut, disunahkan bagi seseorang yang telah menyelesaikan puasa Ramadannya, untuk berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarh Riyâdh Ash-Shâlihîn, 5/305)

Jadi,

Ramadan 30 hari x 10 = 300, setara dengan 10 bulan

Syawal 6 hari x 10 = 60, setara dengan 2 bulan

Sehingga totalnya menjadi 360 hari, setara dengan 12 bulan atau satu tahun.

Yang dimaksud satu tahun di sini adalah satu tahun qamariyah.

Faedah hadis:

  1. Dianjurkannya berpuasa enam hari di bulan Syawal.
  2. Hal ini merupakan mazhab salaf dan khalaf, serta jumhur ulama. Diantaranya ialah Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I, dan Imam Ahmad rahimahumullâh.
  3. Pahala orang yang berpuasa Ramadan lalu dia puasa enam hari di Syawal maka pahalanya seperti berpuasa selama satu tahun.
  4. Dianjurkan melakukan puasa enam hari di bulan Syawal ini setelah hari Id secara langsung enam hari berturut-turut. Tujuannya adalah menyegerakan kebaikan dan ketaatan. Jika ingin dipisah-pisah yang penting dapat enam hari selama di bulan Syawal maka dibolehkan.
  5. Jika memiliki hutang puasa Ramadan, baiknya lunasi dulu hutangnya. Baru setelah itu puasa enam hari di bulan Syawal. Sebab amalan yang wajib sepatutnya didahulukan daripada amalan yang sunah.

Wallahu ‘alam.

Siang di hari ketiga Syawal 1443 H

Nanang Ismail

---

Pic.: pixabay/ahmedsaborty

Previous Post
Next Post

Mahasiswa Kulliyatul Ulum al Syari'ah wa al Arabiyyah Safwa University, Mesir. Bergelut di dunia dakwah dan pendidikan. Pernah bersimpuh di Ponpes Syekh Jamilurrahman as-Salafi Yogyakarta.

Related Posts

0 Post a Comment: