Pembagian Tauhid Menurut Imam As Safarini

🎙️Imam As Safarini Al Hanbali Al Atsari rahimahullah berkata,

"Ketahuilah bahwasanya tauhid itu dibagi menjadi tiga: tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid sifat (asma wa shifat).

1️⃣ Tauhid rububiyah yakni tidak ada Pencipta, Pemberi Rezeki, Yang Menghidupkan, Yang Mencabut Nyawa, (dan seterusnya dari rububiyah-Nya) kecuali Allah Taala.

2️⃣ Tauhid uluhiyah yakni mengesakan Allah Taala dalam beribadah hanya kepada-Nya; rasa tunduk, hina, cinta, butuh, dan menghadapkan diri hanya kepada Allah Taala.

3️⃣ Tauhid sifat yakni menyifatkan Allah Taala dengan setiap sifat yang Dia menyifati diri dengannya dan dengan setiap yang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sifatkan untuk-Nya; menafikan dan menetapkannya. Menetapkan bagi-Nya setiap hal yang telah ditetapkan bagi diri-Nya dan menafikan dari-Nya setiap apa yang dinafikan-Nya dari diri-Nya.

Telah diketahui bahwa metodenya salaful ummah dan aimmah-nya ialah menetapkan setiap apa yang ditetapkan-Nya dari sifat-sifat-Nya tanpa takyif (menanyakan bagaimana), tamtsil (menyerupakan), tahrif (membelokan makna), dan ta'thil (menolak). 

Begitupula menafikan dari-Nya setiap apa yang Dia menafikan atas diri-Nya tanpa mengingkarinya di dalam nama-nama dan ayat-ayat-Nya. Sebab Allah Taala mencela orang-orang yang mengingkari dalam masalah ini. 

Maka, metode salaful ummah dan aimmah-nya ialah menetapkan nama-nama dan sifat-sifat-Nya disertai menafikan permisalan dengan makhluk-makhluk-Nya. Itsbat (menetapkan) tanpa tamtsil (menyerupakan) dan tanzih (menyucikan) tanpa ta'thil (menolak)."

📚 Lawaami-ul Anwaar Al Bahhiyyah, hal. 129.

✍️ Abu 'Aashim al-Hanbali
Previous Post
Next Post

Mahasiswa Kulliyatul Ulum al Syari'ah wa al Arabiyyah Safwa University, Mesir. Bergelut di dunia dakwah dan pendidikan. Pernah bersimpuh di Ponpes Syekh Jamilurrahman as-Salafi Yogyakarta.

Related Posts

0 Post a Comment: