Fikih Ringkas Salat Jumat

📝 Disarikan dari Mukhtashar Al Inshaf karya Al Imam Al Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi Al Hanbali rahimahumullah

✅ Dianjurkan:
- Mandi seperti mandi janabah
- Lebih utama datang lebih awal untuk melaksanakan salat Jumat
- Jalan kaki menuju masjid
- Mengerjakan salat Jumat setelah tergelincirnya matahari
- Khotbah di atas mimbar
- Jika sudah di atas mimbar, khotib menghadap ke para jamaah dan mengucapkan salam kepada mereka
- Lalu duduk sampai muazin selesai mengumandangkan azan
- Muazin mengumandangkan azan setelah imam (khotib) duduk

🚫 Dilarang melakukan jual beli ketika sudah azan
🚫 Haram jual beli khususnya ketika dua khotbah

🎙️ Tentang khotbah:
- Tidak sah (salat Jumat) tanpa khotbah (sebelumnya)
- Khotbah dengan berdiri
- Ketika khotbah menghadap ke para jamaah
- Melakukan dua khotbah
- Mengucap hamdalah
- Bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
- Membaca ayat dari Al Qur'an
- Dianjurkan duduk ringan diantara dua khotbah
- Disunnahkan memperpanjang salat daripada khotbah
- Disunnahkan mendoakan kaum Muslimin
- Jika mendoakan penguasa maka itu baik

🔆 Salat Jumat:
- Salat Jumat itu dua rakaat
- Setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surat
- Ketika membaca di-jahr-kan
- Dianjurkan (setelah membaca Al Fatihah) pada dua rakaat tadi dengan surat Al Jumu'ah dan Al Munaafiqiin; atau surat Al 'Alaa dan Al Ghaasyiyah

📝 Tambahan sari faedah dari Al Muharrar karya Al Majduddin Abul Barakat Al Harani Al Hanbali rahimahullah

✅ Salat Jumat hukumnya wajib bagi:
- Laki-laki
- Merdeka
- Mukallaf
- Mukim
- Dihadiri oleh 40 orang (Jika tidak salah ingat riwayat lain 3 orang, lihat Al Muqni)

🔖 Tidak wajib shalat Jumat bagi:
- Musafir yang meng-qashar salatnya
- Budak
- Perempuan

✅ Dibolehkan mengerjakan salat Jumat di tanah lapang ketika tidak ada bangunan (untuk melaksanakan salat).

✅ Disunnahkan untuk:
- Mandi 
- Memakai pakaian putih bersih 
- Memakai parfum
- Datang lebih awal dengan jalan kaki
- Menyibukkan diri dengan zikir, membaca Al Qur'an, dan berdoa
- Tidak melangkahi orang lain (yang sedang duduk)

✍️ Alih bahasa secara bebas dan urutan tulisan:
Abahnya 'Aashim

📚 Referensi:
Mukhtashar Al Inshaf, Maktabah Syamilah
Al Muharrar fil Fiqhi, Maktabah Syamilah
Previous Post
Next Post

Mahasiswa Kulliyatul Ulum al Syari'ah wa al Arabiyyah Safwa University, Mesir. Bergelut di dunia dakwah dan pendidikan. Pernah bersimpuh di Ponpes Syekh Jamilurrahman as-Salafi Yogyakarta.

Related Posts

0 Post a Comment: